RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sekolah : SMP
Negeri 02 Karangawen
Kelas/Semester :
IX / 1 (gasal)
Mata
Pelajaran :
IPA Fisika
Standar Kompetensi
3. Memahami
konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kompetensi Dasar
3.1.Mendeskripsikan muatan listrik untuk
memahami gejala-gejala listrik statis serta kaitannya dalam kehidupan
sehari-hari.
Indikator
1. Menjelaskan
benda dapat bermuatan listrik bila dilakukan dengan cara tertentu
2.
Memberi proses terjadinya muatan
listrik dan contoh peristiwa yang menghasilkan benda yang bermuatan listrik
3. Melakukan
percobaan sederhana untuk menunjukkan sifat muatan listrik
4.
Menjelaskan hubungan secara
kualitatif hubungan antara besar gaya listrik dan besar muatan listrik serta
jarak antara benda bermuatan listrik
Alokasi Waktu : 6 jam
pelajaran ( 3 x pertemuan)
A.
Tujuan
Pembelajaran
Peserta didik dapat:
1.
Membedakan muatan listrik positif
dan muatan listrik negatif.
2.
Membedakan listrik statis dan
listrik dinamis.
3.
Membedakan model atom Dalton,
Thomson, dan Rutherford.
4.
Membedakan proton, elektron, dan
neutron.
5.
Menjelaskan muatan sebuah benda.
6.
Membedakan konduktor dan isolator.
7.
Menyebutkan contoh konduktor dan
isolator.
8.
Menjelaskan beberapa cara untuk
memberi muatan.
9.
Menjelaskan pengertian gaya
elektrostatis.
10.
Menyelidiki gaya elektrostatis.
11.
Menentukan gaya elektrostatis suatu
muatan.
12.
Menjelaskan pengertian medan
listrik.
13.
Menjelaskan cara menggambar
garis-garis medan listrik.
14.
Menjelaskan medan listrik di
sekitar muatan positif, muatan negatif, dan
pasangan muatan.
15.
Menjelaskan prinsip kerja
elektroskop.
16.
Mengetahui jenis muatan dengan
elektroskop.
17.
Membuat muatan induksi dengan
elektroskop.
18.
Menjelaskan gejala dan penerapan
listrik statis.
B.
Materi Pembelajaran : Listrik
Statis
C.
Metode
Pembelajaran
1.
Model Pembelajaran : - Cooperative
Learning
-
Direct Instruction
2.
Metode : - Diskusi kelompok
- Eksperimen
- Observasi
- Ceramah
D.
Langkah-langkah
Kegiatan
Pertemuan
Pertama
a. Kegiatan Pendahuluan
·
Motivasi dan Apersepsi:
- Mengapa jika mistar plastik
digosok dengan kain wol akan bermuatan negatif?
- Mengapa muatan induksi
selalu berlawanan dengan muatan benda penginduksi?
·
Prasyarat pengetahuan:
- Apakah yang dimaksud dengan muatan negatif?
- Apakah yang dimaksud dengan induksi?
b.
Kegiatan Inti
·
Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan
kelompok.
·
Peserta didik (dibimbing oleh guru)
mendiskusikan muatan listrik.
·
Perwakilan peserta didik diminta untuk
menjelaskan perbedaan muatan positif dan muatan negatif.
·
Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk
menjelaskan perbedaan listrik statis dan listrik dinamis.
·
Peserta didik memperhatikan penjelasan guru
mengenai perbedaan model atom Dalton, Thomson, dan Rutherford.
·
Peserta didik memperhatikan perbedaan proton,
elektron, dan neutron yang disampaikan oleh guru.
·
Perwakilan peserta didik diminta untuk
menjelaskan muatan sebuah benda.
·
Peserta didik dalam setiap kelompok
mendiskusikan perbedaan konduktor dan isolator.
·
Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk
menyebutkan contoh konduktor dan isolator.
·
Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi
kelompok secara klasikal.
·
Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta
didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
·
Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai beberapa cara untuk memberi muatan.
c.
Kegiatan Penutup
·
Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang
memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
·
Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi
untuk membuat rangkuman.
·
Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.
Pertemuan Kedua
a.
Kegiatan Pendahuluan
·
Motivasi dan Apersepsi:
- Apakah jenis gaya yang dihasilkan oleh dua
benda yang bermuatan berbeda?
-
Bagaimana menggambar garis-garis medan listrik di sekitar pasangan muatan?
·
Prasyarat pengetahuan:
- Apakah yang dimaksud dengan gaya
elektrostatis?
- Apakah yang dimaksud dengan medan
listrik?
·
Pra eksperimen:
- Berhati-hatilah menggunakan alat dan bahan
praktikum.
b.
Kegiatan Inti
·
Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan
kelompok.
·
Peserta didik (dibimbing oleh guru)
mendiskusikan pengertian gaya elektrostatis.
·
Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk
mengambil dua buah mistar, dua potongan kaca, secarik kain wol, secarik kain
sutra, dan seutas tali.
·
Guru mempresentasikan langkah kerja untuk
melakukan eksperimen menyelidiki gaya elektrostatis.
·
Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan
eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
·
Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta
didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta
didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat
langsung memberikan bimbingan.
·
Peserta didik memperhatikan penjelasan guru menentukan gaya elektrostatis dari dua buah muatan.
·
Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan gaya elektrostatis dari dua buah muatan yang disampaikan oleh guru.
·
Guru memberikan beberapa soal menentukan gaya elektrostatis dari dua buah muatan untuk dikerjakan oleh peserta didik.
·
Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah
sudah benar atau belum. Jika masih ada peserta didik yang belum dapat menjawab
dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
·
Peserta didik (dibimbing oleh guru)
mendiskusikan pengertian medan listrik.
·
Peserta didik memperhatikan cara menggambar
garis-garis medan listrik yang disampaikan oleh guru.
·
Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai medan listrik di sekitar muatan positif, muatan
negatif, dan pasangan muatan
c.
Kegiatan Penutup
·
Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang
memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
·
Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi
untuk membuat rangkuman.
·
Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.
Pertemuan ketiga
a. Kegiatan Pendahuluan
·
Motivasi dan Apersepsi:
- Bagaimana cara mengetahui
apakah suatu benda bermuatan atau tidak?
- Mengapa
pada gedung yang tinggi dilengkapi dengan penangkal petir?
·
Prasyarat pengetahuan:
- Apakah yang dimaksud dengan
elektroskop?
- Bagaimana proses terjadinya petir?
·
Pra eksperimen:
- Berhati-hatilah menggunakan alat dan bahan
praktikum.
b.
Kegiatan Inti
·
Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan
kelompok.
·
Peserta didik (dibimbing oleh guru)
mendiskusikan prinsip kerja elektroskop.
·
Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk
mengambil sebuah elektroskop, sebuah sisir plastik, potongan karet ban, secarik
kain wol, pembakar bunsen, mistar plastik, potongan kaca, dan secarik kain
sutra.
·
Guru mempresentasikan langkah kerja untuk
melakukan eksperimen mengetahui jenis muatan dan membuat muatan induksi dengan
elektroskop.
·
Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan
eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
·
Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta
didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta
didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat
langsung memberikan bimbingan.
·
Peserta didik diminta untuk membuat kesimpulan
dari hasil eksperimen yang telah dilakukan.
·
Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi
kelompok secara klasikal.
·
Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta
didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
·
Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai gejala dan penerapan listrik statis.
c.
Kegiatan Penutup
·
Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang
memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
·
Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi
untuk membuat rangkuman.
·
Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.
E.
Sumber Belajar
a.
Buku Sains Fisika : Guru, Tim Abdi.
IPA FISIKA untuk SMP KELAS IX. Jakarta : PT Gelora Aksara Pratama. 2007.
b.
Buku IPA Fisika : Kanginan, Marthen.
IPA FISIKA untuk SMP/MTS KELAS IX. Jakarta :
c.
LKS : Meda Modul Kompetensi Siswa.
Pengetahuan Alam FISIKA SMP. Semarang : Berdi Offset.
d.
Alat – alat praktikum : mistar
( sisir ) plastik, batang kaca, kain wol kering, kain sutra dan statif,
kertas dll.
F.
Penilaian
a. Teknik Penilaian:
·
Tes unjuk kerja
·
Tes tertulis
b. Bentuk
Instrumen:
·
Uji petik kerja prosedur
·
Tes PG
·
Tes isian
·
Tes uraian
c. Contoh Instrumen
·
Contoh tes PG
Ebonit
yang digosok dengan kain wol akan bermuatan negatif karena ....
a. elektron dari ebonit ke kain wo
b.
proton dari ebonit ke kain wol
c. elektron dari wol ke ebonit
d. proton dari wol ke ebonit
·
Contoh tes isian
Sebuah benda digosok pada benda lain sehingga
sebagian elektronnya berpindah ke benda yang digosok. Dalam peristiwa ini,
benda yang digosok menjadi bermuatan
....
·
Contoh tes uraian
Dua buah benda masing-masing bermuatan +Q
dan terpisah sejauh d menghasilkan gaya elektrostatis sebesar F.
Kemudian, salah satu muatan itu diperbesar menjadi +2Q dan yang lain
menjadi -2Q. Jarak kedua muatan sekarang didekatkan menjadi ½ d.
Berapakah gaya elektrostatis kedua muatan
sekarang?
Mengetahui
: Demak, …………….
Kepala SMP Negeri 02 Karangawen Guru
Mata Pelajaran
Drs. Ahmad Muza’im Fitri
Choiri Hidayati
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sekolah : SMP
Negeri 02 Karangawen
Kelas/Semester :
IX / 1 (gasal)
Mata
Pelajaran :
IPA Fisika
Standar Kompetensi
3. Memahami
konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kompetensi Dasar
3.2.Menganalisis percobaan listrik dinamis dalam suatu rangkaian serta penerapannya
dalam kehidupan sehari-hari
Indikator
1.
Menjelaskan konsep arus listrik dan beda
potensial listrik.
2.
Membuat rangkaian komponen listrik dengan
berbagai variasi baik seri maupun paralel.
3.
Menggambarkan arus listrik dan beda potensial
dalam bentuk tabel dan grafik.
4.
Menyelidiki hubungan antara arus listrik dan
beda potensial dalam suatu rangkaian (hukum Ohm).
5.
Menemukan perbedaan hambatan beberapa jenis
bahan (konduktor, isolator dan semikonduktor).
6.
Menggunakan Hukum I Kirchoff untuk menghitung
tegangan dan arus dalam rangkaian.
7.
Menghitung hambatan pengganti rangkaian listrik
seri dan paralel
Alokasi Waktu : 6jam
pelajaran ( 3 x pertemuan)
A.
Tujuan
Pembelajaran
Peserta didik dapat:
1. Menjelaskan
pengertian arus listrik.
2. Menjelaskan
pengertian kuat arus listrik.
3. Mengukur
kuat arus listrik.
4. Menjelaskan
pengertian beda potensial listrik.
5. Membedakan
rangkaian terbuka dan rangkaian tertutup.
6. Menjelaskan
fungsi saklar dan sekring.
7. Membedakan
rangkaian seri dan rangkaian pararel.
8. Menyebutkan
bunyi hukum Ohm.
9. Menemukan
hubungan antara kuat arus dengan beda potensial.
10. Menjelaskan
cara mengukur hambatan listrik.
11. Membedakan
konduktor, isolator, dan semikonduktor.
12. Menyebutkan
beberapa contoh konduktor, isolator, dan semikonduktor.
13. Menentukan
hubungan antara hambatan listrik, ukuran, dan jenis benda.
14. Menentukan
besarnya hambatan dari suatu bahan.
15. Menyebutkan
bunyi hukum I Kirchhoff.
16. Memahami
hukum I Kirchhoff pada rangkaian bercabang.
17. Menyebutkan
jenis-jenis resistor.
18. Membedakan
rangkaian resistor seri dan rangkaian resistor pararel.
19. Memahami
rangkaian resistor seri.
20. Memahami
rangkaian resistor pararel.
21. Menentukan
hambatan total dalam rangkaian resistor seri dan
paralel.
B.
Materi Pembelajaran : Listrik Dinamis
C.
Metode
Pembelajaran
1.
Model Pembelajaran : - Cooperative
Learning
-
Direct Instruction
2.
Metode : - Diskusi kelompok
- Eksperimen
- Observasi
- Ceramah
D.
Langkah-langkah
Kegiatan
Pertemuan
Pertama
a. Kegiatan Pendahuluan
·
Motivasi dan Apersepsi:
-
Mengapa burung yang duduk di kabel bertegangan tinggi tidak
tersengat listrik?
- Manakah yang lebih terang: dua lampu yang
dirangkai seri ataukah secara pararel?
·
Prasyarat pengetahuan:
- Apakah yang dimaksud dengan
kuat arus listrik?
- Apakah
keuntungan rangkaian seri?
·
Pra eksperimen:
- Berhati-hatilah menggunakan
alat dan bahan praktikum.
b.
Kegiatan Inti
·
Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan
kelompok.
·
Peserta didik (dibimbing oleh guru)
mendiskusikan pengertian arus listrik.
·
Perwakilan peserta didik diminta untuk
menjelaskan pengertian kuat arus listrik.
·
Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk
mengambil dua buah baterai, sebuah lampu pijar 3 V beserta dudukannya, sebuah
ammeter, sebuah saklar, dan kabel secukupnya.
·
Guru mempresentasikan langkah kerja untuk
melakukan eksperimen mengukur kuat arus listrik.
·
Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan
eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
·
Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta
didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta
didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat
langsung memberikan bimbingan.
·
Peserta didik (dibimbing oleh guru)
mendiskusikan pengertian beda potensial.
·
Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk
membedakan rangkaian terbuka dan rangkaian tertutup.
·
Perwakilan peserta didik diminta untuk
menjelaskan fungsi saklar dan sekring dalam rangkaian listrik.
·
Peserta didik memperhatikan penjelasan guru
mengenai perbedaan rangkaian seri dan rangkaian pararel.
c.
Kegiatan Penutup
·
Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang
memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
·
Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi
untuk membuat rangkuman.
·
Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.
Pertemuan Kedua
a.
Kegiatan Pendahuluan
·
Motivasi dan Apersepsi:
- Apakah fungsi hambatan listrik pada rangkaian
elektronika?
- Mengapa konduktor (logam)
mudah menghantarkan arus listrik?
·
Prasyarat pengetahuan:
- Faktor apakah yang mempengaruhi besar
kecilnya hambatan listrik?
- Apakah yang dimaksud dengan konduktor?
·
Pra eksperimen:
- Berhati-hatilah menggunakan
alat dan bahan praktikum.
b.
Kegiatan Inti
·
Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan
kelompok.
·
Peserta didik (dibimbing oleh guru)
mendiskusikan hukum Ohm.
·
Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk
mengambil lima buah baterai, sebuah lampu beserta dudukannya,sebuah ammeter,
sebuah voltmeter, dan kabel secukupnya.
·
Guru mempresentasikan langkah kerja untuk
melakukan eksperimen menemukan hubungan antara kuat arus dengan beda potensial
listrik .
·
Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan
eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
·
Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta
didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta
didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat
langsung memberikan bimbingan.
·
Peserta didik memperhatikan contoh soal penerapan hukum Ohm yang disampaikan oleh guru.
·
Guru memberikan beberapa soal penerapan hukum
Ohm untuk dikerjakan oleh peserta didik.
·
Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah
sudah benar atau belum. Jika masih ada peserta didik yang belum dapat menjawab
dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
·
Peserta didik (dibimbing oleh guru)
mendiskusikan cara mengukur hambatan listrik.
·
Perwakilan peserta didik diminta untuk
menyebutkan kegunaan hambatan listrik dalam rangkaian elektronika.
·
Peserta didik memperhatikan perbedaan konduktor,
isolator, dan semikonduktor yang disampaikan oleh guru.
·
Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk
menyebutkan beberapa contoh konduktor, isolator, dan semikonduktor.
·
Guru memberikan instruksi kepada peserta didik
untuk melakukan eksperimen menentukan hubungan antara hambatan listrik, ukuran,
dan jenis bahan.
·
Peserta didik secara berkelompok melakukan
eksperimen dengan menggunakan dua batang kawat nikrom dan kawat konstantan
masing-masing berdiameter 1 mm dan 2 mm sepanjang 3 m, sebuah voltmeter, sebuah
ammeter,sebuah baterai, sebuah meter gulung, sebuah mikrometer, dan kabel
secukupnya.
·
Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta
didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta
didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat
langsung memberikan bimbingan.
c.
Kegiatan Penutup
·
Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang
memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
·
Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi
untuk membuat rangkuman.
·
Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.
Pertemuan
Ketiga